Perlunya Komunikasi Kebijakan Pendidikan

Kebijakan pendidikan yang telah dirumuskan harus senantiasa dikomunikasikan secara terus-menerus kepada khalayak, supaya khalayak memahaminya lebih dalam. Sebab, tidak diterimanya suatu kebijakan tersebu bias jadi bukan karena kebijakan yang dirumuskan tersebut kurang aspiratif, melainkan terutama karena belum dipahaminya secara mendalam oleh khalayak.

Ada kata-kata mutiara komunikasi yang dapat ditarik dalam rumusan kebijakan pendidikan yang sudah dilegitimasi. Ialah bahwa kurangnya komunikasi menyebabkan kurangnya saling memahami, kurangnya saling pemahaman menjadikan penyebab kurang mesranya hubungan, kurang mesranya hubungan menyebabkan saling curiga, dan saling curiga bias menyebabkan saling bentrok.

Kontinuitas komunikasi ini sangat penting artinya, jika kita sadari bahwa tidak semua hal yang dikomunikasikan oleh komunikator itu senantiasa dapat dicerna persis oleh komunikan. Tidak jarang terjadi, sesuatu yang telah dikomunikasikan dengan baik, ternyata dipahami salah oleh komunikan. Kesalahpahaman inilah yang sering kali menjadi penyebab tidak tersosialisasikannya suatu rumusan kebijakan yang sudah sah tersebut. Bahkan tidak mendukungnya mereka yang terikat oleh kebijaksanaan, terhadap kebijaksanaan yang sah bisa disebabkan salahnya pemahaman akibat kurangnya komunikasi.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s